in Website

beta mantelapp : Backstory Mantelapp beta

image_pdfimage_print

mantelapp

Berawal dari sebuah side project, Mantel muncul dari kebutuhan kami akan sebuah tools untuk melakukan pembagian tugas yang nyaman digunakan, “me-manusia-kan” pengguna namun juga bisa memberikan bird’s-eye view yang mumpuni.

Sebelumnya kami sudah mempunyai aplikasi pembagian tugas berbasis web, sebuah sistem yang juga di jalankan di induk perusahaan kami, Indodata Pratama. Kebetulan aplikasi tersebut dikembangkan secara internal dan sudah berusia lebih dari 4 tahun. Fitur-fitur nya cukup lengkap, selain penugasan ada juga beberapa fungsi HR seperti absen, cuti dan lembur sampai dengan pencatatan inventory sederhana.

Pada saat aplikasi tersebut digunakan di IdeaLounge, kami mulai merasakan beberapa kekurangan, terutama pada elemen interaksi antar pengguna. Hubungan antar pengguna hanya diwakili dengan “si A memberi tugas pada si B, lalu forward ke si C” that’s it, komunikasi lanjutan dilakukan diluar sistem menggunakan instant messenger, email maupun komunikasi lisan.

Selain faktor interaksi, kekurangan yang kami rasakan adalah begitu tugas tersebut selesai, informasi yang terkandung di dalamnya juga “selesai”. Sedikit sekali informasi yang bisa di re-use atau dijadikan referensi. Padahal seringkali di dalamnya tedapat cara-cara problem solving yang jitu.

Setelah mencoba beberapa aplikasi project management dan collaboration open-source, akhirnya kami memutuskan untuk membuat aplikasi kami sendiri. Kami merancang aplikasi tersebut dengan didorong oleh tingginya penerimaan user terhadap konsep social networking dan microblogging.

Visi kami adalah sebuah aplikasi yang secara natural dapat dijadikan sarana komunikasi internal tanpa melepaskan fungsi-fungsi utama dari sistem penugasan/manajemen proyek. Untuk mencapai tujuan tersebut konsep utama yang akan di-utilize adalah ‘Conversation’ cara paling natural yang dilakukan oleh manusia saat bersosialisasi.

Akhirnya lahirlah Mantel: Collaboration Tools, sebuah aplikasi yang kami tujukan untuk menjadi ‘hub’ dalam aktifitas kerja, yang akan menjadi sarana utama dalam ber-interaksi dengan rekan kerja dan digunakan secara alami, tanpa paksaan dari atasan, seperti halnya kita meng-akses situs/aplikasi social-networking atau microblogging dalam keseharian kita.

Write a Comment

Comment